Hai
Mungkin ini post pertama tentang saya diantara postingan cerita fiksi bualan saya. Jika kamu membacanya, kamu bisa pastikan saya menulis ini dalam keadaan bingung-bosan-nothing to do. Kali ini, dengan ditemani oleh playlist iTunes di komputer saya yang dengan lancang memutar lagu-lagu bergenre ballad, saya buka blog saya, memutuskan untuk mengotorinya dengan postingan yang engga jelas arahnya kemana ini. (Bahkan saya belum tahu mau tulis apa sampai saya selesaikan paragraf pertama ini).
Saya sedang berusaha menyelesaikan kuliah saya yang sudah memasuki tahun ke 3. Semester 7 ini awalnya begitu membuat saya bersemangat karena saya menjalani praktik magang di salah satu advertising agency favorit saya. Tapi, setelah berhasil menyelesaikan magang 3 bulan disana, ternyata semester 7 ini terasa begitu lama dan membosankan. Mungkin paling membosankan diantara semester-semester lainnya. Saya hanya memiliki 2 kelas di hari Selasa dan Kamis itupun dimulai dari jam 18:30 - 20:30 WIB. Sisanya? selama seminggu yang saya lakukan setiap bangun tidur adalah berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk membunuh waktu kosong saya yang begitu lama ini. Ya, sebenarnya saya memang berencana mengambil skripsi semester ini sehingga saya bisa menyelesaikan kuliah saya dengan cepat. Namun, tetap saja semua itu harus saya lakukan dirumah dan jujur saja saya sangat amat bosan.
Passion. Kemudian satu kata ini muncul sedetik sebelum saya ingin melanjutkan memulai mengetik paragraf ketiga postingan ini. 19 tahun saya hidup, baru kali ini saya bisa mengenal diri saya seutuhnya. Saya sudah bisa membuat peta kecil tentang hidup saya. Mau diarahkan kemana dan menjadi apa. Untuk seorang saya yang tidak pernah memiliki warna kesukaan, lagu kesukaan, band kesukaan, artis favorit, makanan kesukaan, minuman kesukaan, atau benda kesukaan, mengetahui apa yang saya mau dan saya inginkan adalah satu pencapaian yang patut saya banggakan. (praise the Lord)
Saya mengambil jurusan Marketing & Advertising dan menjalani perkuliahan selama 3 tahun. Capek... tapi engga pernah saya rasa bosan atau sakit. Capek tapi saya seneng. Kemudian saya mulai coba magang untuk membunuh waktu kosong saya pas liburan semester 5 tahun lalu di salah satu advertising agency multinasional di Jakarta Selatan. Ternyata saya makin penasaran dan ingin tahu lagi lebih lanjut tentang apa sebenarnya advertising. Libur semester kemarin juga saya dedikasikan untuk magang di advertising agency multinasional di JakSel juga, tepatnya di Gedung Menara Mulia. Dari sana saya belajar banyak, seperti saat kita makan sesuatu; Saya mengunyah semua materi, mengambil sari-sari penting didalamnya ketika kemudian saya menelannya. Capek memang, siapa yang pernah bilang bekerja di bidang advertising tidak melelahkan? Nobody said. Tapi saya percaya dengan apa yang dikatakan oleh Steve Jobs, "The only way to do great work, is to love what you do' dan quote, 'Do what you love, then love what you do'. Dan mulai dari situ saya tahu kemana saya nanti.. Passion saya berada pada advertising dan semua yang berbau pemasaran. Saat magang, setiap hari yang saya pikirkan saat bangun tidur adalah memikirkan hal baru apalagi yang bisa saya ketahui tentang bidang kerja ini. Padahal tak jarang juga saya pulang dini hari, namun tidak pernah ada niat saya untuk seharipun tidak masuk magang. Semua karena saya tahu dan suka dengan apa yang saya lakukan saat ini.
Saya rasa, saya punya phobia akan diam dirumah, tidak melakukan apa-apa, tanpa rencana apa-apa.
Kemudian banyak orang bertanya kepada saya perihal kegemaran menulis saya. Mengisi blog saya dengan cerita-cerita fiksi bualan adalah hobi saya. Mungkin menulis adalah satu-satunya hal yang menjadi favorit saya diantara daftar favorit-favorit lain yang belum saya temukan hingga saat ini. Saya belajar menulis sejak SD dan belajar menuangkannya di blog sejak SMP. Saya memutuskan untuk membuat blog setelah buku tulis tebal 300 halaman berisi cerita fiksi yang saya tulis menggunakan tangan saya sendiri setiap malam, hilang.. Niatnya pada saat itu, saya ingin sekali membuat novel. Saya ingin memiliki buku karya saya sendiri di usia 14 tahun, tapi ternyata saya gagal. Siapa yang bilang saya tidak sedih pada saat itu, hilangnya buku itu juga menghilangkan semangat dan cita-cita saya untuk menulis cerita panjang (novel) lagi. That's why semua ide cerita yang ada di otak saya sekarang ini selalu saya buat pendek kepanjang-panjangan.
Tapi, satu hal yang saya pelajari adalah, bahwa akan selalu ada tempat untuk sesuatu yang kamu suka. Apapun yang terjadi. Buku saya hilang, tapi saya engga bisa gitu aja berhenti menulis sampai sekarang. Karena setiap saya berhasil menyelesaikan satu tulisan, batin saya merasa puas. Saya lega. Dan saya baru bisa mengiyakan bahwa kepuasann itu gabisa dibayar pakai apapun kecuali hal-hal yang saya lakukan karena saya suka melakukannya. Meskipun saya cuma penulis amatiran dan masih perlu banyak belajar bagaimana mengolah diksi yang baik juga menyampaikan apa yang ingin saya katakan kepada pembaca dengan jelas dan berseni.
Tidak sedikit teman saya yang mengusulkan kepada saya untuk menjadi penulis saja, belajar fokus menjadi penulis yang baik. Tapi saya juga tahu dan paham keterbatasan dan passion saya. Advertising dan menulis adalah dua hal yang berbeda, dan saya mencintai keduanya. Hidup saya ada diantara keduanya. Tapi, saya sadar dan paham betul bahwa kecintaan saya terhadap menulis tidak bisa saya jadikan tuntutan pekerjaan. Bukan karena masalah prospek, cuma kalau melakukan hal yang kamu suka dengan aturan dan batasan, saya takut saya tidak akan lagi dapat kepuasan itu. Saya ingin mencintai kedua hal itu dengan cara saya, sebagaimana mengalir seperti air dalam hidup saya. Advertising adalah hidup saya dalam dunia profesional, sedangkan menulis adalah hidup saya di sisi lainnya, dan teman-teman juga keluarga saya adalah penyeimbang diantara keduanya.
Karena mengenal dan memahami diri kamu sendiri adalah hal paling menyenangkan dalam hidupmu, dan
Mengerjakan apa yang kamu suka, lalu menyukai apa yang kamu kerjakan adalah hal paling nikmat dalam hidup.
Live passionately!
Cheers!,
Cynthia S Lestari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar