Hey,
Jangan
salahkan merpati jika surat ini sampai di tanganmu ketika aku sudah tidak lagi
ada disampingmu. Kumohon, jangan pernah
salahkan angin dan hujan jika surat ini sampai di tanganmu ketika aku sudah
tidak mungkin lagi menjadi sandaran semua keluh kesahmu setiap harinya. Dan
jangan pernah salahkan dirimu sendiri jika kamu sudah menyadari semuanya
setelah membaca surat dariku. Kamu ingat kan? aku benci melihatmu duduk diam,
tatapanmu kosong, auramu abu-abu, kemudian tanganmu terluka karena kamu
benturkan kesemua benda yang ada di sekelilingmu. Aku benci melihat kamu
terpuruk.
Maafkan
aku jika surat ini dibuka dengan kalimat-kalimat yangmembuatmu semakin
penasaran dengan inti dari lembaran-lembaran kotor ini. (actually, Aku bukan
penulis surat yang baik). Lewat surat ini, aku ingin menceritakanmu sebuah kisah
mengenai seorang malaikat yang rela jatuh ke bumi untuk mencintai seorang
manusia. Pernahkah kamu mendengarnya? Begini saja, aku akan memberimu beberapa
fakta mengenai kisai ini kepadamu, asal kamu janji jangan pernah memotong,
menyela, atau bereaksi apapun sampai aku selesai menceritakan semuanya
kepadamu. Bagaimana?
1.
Malaikat Separuh Sayap Yang Rela Jatuh ke
Bumi
Jika aku bilang kalau ada seorang malaikat
yang mencintai seorang manusia dan rela jatuh ke bumi dengan separuh sayapnya,
apakah kamu percaya? Kamu pasti meragukan ini. Karena disetiap kisah agama
menceritakan bahwa malaikat takkan pernah memiliki nafsu. Tapi tahukah kamu?
Ada satu malaikat yang rela melepaskan separuh sayapnya untuk turun ke bumi
hanya untuk berada didekatmu. Ia mengintip dibalik celah langit ketika hujan
turun, mencium aroma tubuhmu yang menembus langit, merasuki kesadarannya, lalu
tenggelam didalam palung paling dasar yang ada pada kedua bola matamu. Sesaat
ia mabuk karenamu, merasakan adanya letupan dahsyat dari dalam darah yang
mengalir di sekujur tubuhnya dan menyadari betapa indahnya makhluk Tuhan
dibawah sana. Ia menerbangkan setiap kalimat-kalimat doa kepada Tuhan agar bisa
mengubahnya menjadi makhluk yang sama sepertimu, agar bisa merasakan lagi
letupan-letupan dahsyat di hatinya ketika berada lebih dekat denganmu. Tapi, Tuhan
tidak langsung mengatakan ‘ya’ kepadanya, dengan bijak ia mematahkan separuh
dari sayap malaikat itu dan menurunkannya ke bumi. Dengan catatan,
perlahan-lahan setiap bulu dari sayap itu akan jatuh untuk setiap bentuk sakit
yang dirasakan oleh sang malaikat ketika bersamamu. Dan ketika semua bulu
sayapnya telah lenyap, ia akan kembali menjadi malaikat langit yang hanya bisa
melihatmu dari atas sana.
2.
Malaikat yang Jatuh Takkan Pernah
Membiarkanmu Tenggelam dan Hilang di Dasar Jurang
Pernahkah kamu merasakannya? Ia turun ke
bumi sebagai seorang manusia yang memiliki separuh sayap transparan yang tidak
akan pernah terlihat olehmu. Ingatkah kamu ketika kau bertemu dengan seorang
stranger yang duduk di taman kota, mengenakan baju biru muda dengan rambut yang
ia kuncir ke belakang? Itulah pertama kalinya kalian akhirnya bertemu. Kamu
melihatnya dengan seksama, mencoba menerka-nerka “siapa dia?”. Mungkin
penampilannya terlihat dimatamu seperti seorang gadis desa yang jauh dan
tersesat di kota besar. Dan letupan dahsyat itu muncul kembali setelah ia
berhasil menjabat tanganmu, mengenalkan namanya kepadamu, “Alice” (Aku tahu
setelah ini kau akan mencoba mengingat-ingat bagaimana pertemuan kalian saat
itu).
Lalu, ingatkah kamu ketika kau menjadi
sering berkunjung ke taman kota untuk menemuinya, dan menceritakan semua hal
yang ingin sekali kau ceritakan kepada orang yang mungkin bisa kau percaya.
Kamu menganggapnya sebagai gadis desa yang lugu yang lebih bisa memahamimu
dengan baik dibanding teman-teman kotamu yang brengsek dan sombong itu. Kamu
menemukan ada yang lain dari gadis ini yang bisa kau percaya sepenuhnya
dibandingkan teman-teman kotamu yang terkadang hanya memanfaatkan kehadiranmu
untuk memberi mereka tumpangan, makan, atau sekedar meminjam uang.
Sadarkah kamu bahwa ia selalu melindungimu
dari setiap kesempatan buruk yang mungkin kamu ambil disetiap pilihan?
Membisikimu jutaan kalimat-kalimat positif
yang kadang (atau selalu) tidak kau hiraukan. Mendengarkan semua keluh
kesah, suka duka yang kamu alami setiap harinya tanpa kenal lelah. Membersihkan
semua perkataan dan anggapan orang yang buruk tentangmu, menjadi makhluk
pertama kali yang kau temui untuk dimintai pendapat mengenai semua hal baru
yang kau temui, atau bahkan menjagamu dalam tidur lewat doa-doa yang ia
panjatkan kepada Tuhan yang memberikannya kesempatan untuk berada lebih dekat
denganmu. (Tanganku cukup lelah untuk menceritakan semua yang telah ia lakukan
untukmu). Tahukah kamu tentang semua ini? Aku yakin saat kamu membaca ini, kamu
masih mencoba untuk mengingat apa saja yang sudah ia lakukan untukmu.
3.
Hujan yang Turun di Pagi Hari dan Setiap Kebahagiaan
yang Kamu Alami Adalah Setiap Bulu-bulu Sayap yang Perlahan Terlepas dari
Pemiliknya.
Ketika turun ke bumi dan mengamatimu dari
jarak yang lebih dekat, ia menyadari bahwa ada desakan dari ruang lain dalam
dirinya yang ingin diisi olehmu. Lebih dari sebagai seorang ‘teman baik’
untukmu. Ketika ia mencoba untuk mendekat lebih dari batas yang seharusnya
dijalani sebagai seorang teman, ia menyadari bahwa takkan mungkin meminta lebih
dari sekedar ‘Keeper’ bagimu. Kamu manusia, akan mencintai manusia lainnya yang
rupawan, modis, tampil elegan, kaya, terpelajar, dan sama terhormatnya
denganmu. Untuk itu, sang malaikat harus puas dengan pekerjaannya sekarang sebagai
seorang keeper bagimu (Satu bulu disayapnya pun terjatuh). Kemudian keesokan
harinya kamu tersadar bahwa semalam hujan telah turun dengan deras membasahi
tanah yang kau pijak pagi ini. Tapi hujan pagi ini takkan memudarkan kebahagiaanmu
hari ini, setelah berhasil mendapatkan gadis cantik di sekolahmu untuk menjadi
kekasihmu.
Selanjutnya, masih dengan rutinitas yang
selalu dilakukan oleh sang malaikat setiap harinya, seiring bertumbuhnya kau
menjadi dewasa, pekerjaannya bertambah. Kini topik yang kamu bahas setiap kali
datang menemuinya bukan lagi mengenai teman-teman kotamu yang meninggalkanmu
ketika kesusahan atau bukan lagi tentang kecemburuanmu terhadap saudaramu yang
selalu mendapatkan perhatian lebih dari kedua orang tuamu. Topik yang kalian
bicarakan selalu berputar pada wanita. Kamu mulai mencintai dan dicintai banyak
gadis di kota, dan kamu menikmatinya. Malaikat ini mendengarkan setiap cerita
cintamu dari satu gadis ke gadis lainnya sambil sesekali menyeka air mata yang
turun dari kedua matanya ketika kamu tidak melihatnya. Ia membantu memilihkan
hampir setiap wanita yang akan kamu jadikan kekasihmu tanpa kenal pamrih. Kamu
bisa membayangkan rasanya? Ketika kamu harus berpura-pura tertawa karena
cerita-cerita cinta yang teman baikmu ceritakan kepadamu, ketika kamu harus
menahan segala jenis emosi yang ada dalam dirimu untuk sekedar mengatakan
kalimat penyesalan, “Kenapa bukan aku saja yang menjadi gadis-gadis kota itu?
Kenapa bukan aku yang kamu cintai?” Dan setelah ini kamu pasti tahu, bulu-bulu
sayap yang lainnya pun ikut turun satu persatu ke bumi, ditukar dengan setiap
kebahagiaan yang kamu dapatkan dengan berbagai macam gadis kota selalu kamu
ceritakan itu.
4.
Selimut Hangat Yang Menghangatkan Tidurmu
Berasal dari Doa-Doa yang Dipanjatkan Sang Malaikat Jatuh
Berjanjilah, jangan pernah merasa kedinginan
saat kamu terlelap dalam tidurmu setelah membaca surat ini. Pernahkah kamu
merasakannya? Merasakan setiap kehangatan yang menjagamu dalam lelap. Tahukah
kamu bahwa semua itu berasal dari sang malaikat jatuh yang memanjatkan
permohonan doa kepada Tuhan agar selalu menjagamu dalam tidur dan setiap
langkah yang kamu ambil. Meskipun kadang terselip doa yang terdengar egois
keluar dari bibirnya, “Kumohon jadikanlah aku jadi orang yang dapat ia cintai
selamanya..”.
Ingatkah kamu? Ketika langit senja sudah
menutup pintunya dan titik-titik hujan mulai turun dengan derasnya, kamu datang
menerobos setiap titik-titik air langit untuk menemui gadis desa tersebut
sambil mengepalkan seluruh jari-jarimu dan membiarkan gigimu berbenturan dengan
keras menahan dingin yang menusuk hingga kedalam tulangmu. Gadis desa itu
keluar dan kamu memeluknya dengan erat. Kamu katakan bahwa kamu baru saja
kehilangan harapanmu dengan salah satu gadis kota yang selama ini kamu pacari.
Kamu frustasi. Kamu biarkan tangan-tanganmu terluka ketika kau benturkan dengan
keras ke tembok rumah sederhana itu. Kamu menangis sejadi-jadinya didepan
perempuan desa yang bahkan belum pernah tampak menangis dihadapanmu. Kamu
ceritakan semua yang kamu rasakan kepadanya, kecewa, marah, sedih, semua yang
kamu rasakan. Dan gadis desa itu hanya bisa mendengarkan, memberikanmu suntikan-suntikan
penyemangat agar kamu bisa kembali seperti dulu. Ia benci melihatmu terluka
seperti ini. Sesaat kemudian, ingatkah kamu ketika kau meminta gadis desa itu
untuk menjadi kekasihmu? “...aku lelah terus mencari seseorang yang rupawan
untuk dijadikan seorang kekasih yang pantas untukku, tidak ada yang bisa
mengertiku sepenuhnya. Maukah kamu menjadi kekasihku?” Gadis desa itu menggeleng
pelan kemudian memelukmu erat. Ia kembali membisikimu kalimat-kalimat positif
agar kamu bisa bangkit kembali dan tidak menyesali keadaan yang terjadi
sekarang. Dan kamu tertidur lama di sofa rumahnya.
Hey, apa kamu menyadari ada bekas
titik-titik bulir airmata yang jatuh dari matanya ketika melihatmu terpuruk seperti
ini? Apa kamu pernah sedikit meluangkan waktumu untuk sebentar saja melihat
wajahnya lekat-lekat dan menyadari ada ketulusan di hatinya untuk selalu berada
disampingmu? Pernahkah?
Hey, apa kamu bertanya-tanya mengapa ia
tidak menerimamu saat itu?
Rasanya sungguh menyakitkan ketika
mendengarmu mengucapkan kata-kata seperti itu. Seolah-olah ia hanyalah pilihan
terakhir dari semua pilihan terbaik yang ada. Lebih baik menjadi seperti ini
selamanya dibandingkan harus memiliki ragamu tanpa pernah memiliki hatimu yang
sesungguhnya. Kamu hanya sedang merasa kesepian ketika mengatakan itu. Dan benar
saja, bertahun kemudian kamu tak pernah mencoba untuk membahas apa yang kamu
minta hari ini padanya, bahkan aku tidak yakin kamu mengingat apa yang kau
katakan padanya hari ini.
5.
Dua Bulu Yang Masih Menggantung di Sayap
Sang Malaikat Jatuh
Tanpa terasa sudah bertahun-tahun lamanya ia
meninggalkan langit dan menghuni bumi hanya untuk bersama kamu. Bertahun-tahun
menggantungkan harapan hanya untuk bersama kamu. Mendedikasikan seluruh
hidupnya hanya untuk bersama kamu. Terdengar naif memang, tapi apa daya jika
memang kenyatannya seperti itu?
Pernahkah kamu bertanya mengapa ia rela
mengejar pendidikan yang tinggi dan belajar menggunakan make up setiap kali
menemuimu?
lemme tell you, Ia sedang berusaha
mengkhianati langit.
Berusaha mati-matian memantaskan diri untuk
bersanding denganmu. Berharap ketika ia berhasil memilikimu seutuhnya, ia akan
menjadi manusia seutuhnya tanpa harus takut lagi bulu-bulu sayapnya berjatuhan
dan kembali ke langit.
Mengalami proses bahagia kemudian terpuruk,
hidup kemudian mati adalah hal yang membedakan malaikat dengan manusia
seutuhnya. Dan jika orang-orang diluar sana takut akan kematian, tidak baginya.
Jika memang harus merasakan proses hidup kemudian mati, ia akan sangat
bersyukur dan bahagia karena sebelumnya pernah hidup untuk dan bersama orang
yang ia cintai semasa hidupnya.
Tahukah kamu? Pernah suatu ketika disuatu
senja berwarna jingga kemerahan, ia bertekad untuk mengatakan semuanya
kepadamu. Tentang penantian, letupan-letupan yang sering kali muncul ketika
bersama kamu, dan juga air mata yang kadang mengalir begitu deras tanpa mampu
ia tahan.
Lalu kamu datang...
Wajahmu begitu cerah menyiratkan kebahagiaan
besar yang sedang kamu dapatkan saat ini. Gadis desa itu menerka-nerka “Apa ada
aku dibalik semua kebahagiaan yang dia miliki?”.
“Terima kasih. Terima kasih atas semua waktu
yang kamu luangkan untukku bertahun-tahun ini. Aku tidak akan pernah melupakan
kamu. Doakan aku, besok pagi aku akan melamar gadis kota yang cantik dan
terhormat di rumahnya”
Kamu tahu bagaimana rasanya menahan rasa
sakit yang terlanjur naik hingga ke kerongkongan begitu mendengarmu mengatakan
itu?Tidak Tidak, ia seharusnya bahagia karena kini kamu sudah berhasil memilih
dengan baik siapa yang pantas mendampingimu seumur hidup. Tidak seharusnya ia
bersedih. Ia mengucapkan selamat, mengulurkan tangannya dan membawa kamu
kedalam pelukannya erat. Pelukan hangat seorang teman baik yang hanya kamu
dapatkan ketika kamu sudah siap menjadi seorang brideman.
“Terima kasih sudah menjadi
teman-terbaik-sedunia-ku. Percayalah, sebentar lagi pasti ada pria beruntung
yang melamarmu menjadi pengantinnya”
Malaikat jatuh itu mengangguk dan membiarkan
air matanya meleleh di punggungmu. Tidakkah kamu tahu bahwa tidak ada pria lain
yang ia inginkan melebihi apapun di dunia ini kecuali kamu? Tidak tahukah kamu
ada ratusan letupan kebahagiaan dan kecaman emosi dalam dirinya yang menyatu
begitu mendengar kamu menyebutnya sebagai ‘teman-terbaik-sedunia’. Mengetahui bahwa kamu hanya membagi kebahagiaan, kesedihan, keterpurukan, bahkan
kesepianmu hanya padanya saja sudah merupakan satu kebahagiaan yang besar
baginya. it’s nice to have my other half is sitting here next to me.. Lantas,
nikmat Tuhan mana lagi yang harus ia dustakan?
Dan hujan pun turun dengan derasnya.
6.
Satu Bulu Sayap yang Tidak Pernah Terjatuh
ke Bumi
Jangan pernah mengira malaikat ini tetap
menjadi manusia seutuhnya karena bulu sayapnya yang terakhir tidak terjatuh ke
bumi.
Kamu tahu? Sesaat setelah kau mengatakan kamu
akan melamar seorang gadis lain, ia belajar mengimbangi paksaan ruang dalam
hatinya yang ingin diisi olehmu dengan perasaan-yang seharusnya ada didalam
hatinya. Ia mulai belajar untuk berbahagia seutuhnya karena kebahagiaanmu.
Bukankah melihat orang yang kita cintai bahagia sudah cukup membuat diri kita
bahagia?
Detik-detik menjelang hari pernikahanmu, ia
masih terus berlatih siang dan malam menjadi seorang pengiring wanita yang
berlaku manis dan cantik untuk pesta pernikahan sahabat terbaiknya.
Dan ia bisa memastikan takkan ada langit
kelabu dan hujan yang turun di hari pernikahan sahabat terbaik sedunia-nya.
***
Well, sebenarnya aku tidak ingin
menceritakan bagaimana akhirnya, karena kurasa kamu sudah mengetahuinya saat
ini. Perlukah aku mengulangnya kepadamu lagi memori 1 tahun silam?
...Baiklah jika kamu memaksa. Sang malaikat
pergi sesaat setelah ia menuntaskan tugasnya sebagai seorang pengiring
pengantin. Kalau setelah membaca cerita diatas kamu berpikir ia hilang karena ia
gagal berbahagia atas kebahagiaanmu, kamu salah. Ia menghilang bukan karena
satu bulu sayap terakhir yang jatuh ke bumi, karena memang sesungguhnya bulu
terakhir itu tidak pernah jatuh menghentak bumi. Ia mencabutnya secara paksa
dan menyimpan bulu sayap terakhir tersebut dan memberikannya kepada mempelai
wanitamu. Ia memberikannya karena ia tidak ingin ada lagi bulu-bulu sayap yang
jatuh karena sakit yang dirasa dihatinya. Bulu sayap yang terakhir itu tidak
akan pernah turun ke bumi karena ia pasti akan berbahagia selalu ketika bersama
dengan pria sepertimu. Jika kamu berkenan, tanyakan kepada mempelai wanitamu,
apakah ia masih menyimpannya dengan rapi hingga hingga saat ini?
Ceritaku sudah selesai. Apakah kamu merindukanku
saat ini? Tengoklah keatas langit jika kamu ingin melihatku, mungkin saja aku
sedang bermain-main diatas sana dengan malaikat lainnya sambil mengawasimu
dibawah sana. Mungkin saja ketika kamu menengadah keatas sana aku juga sedang
melihatmu. Maafkan jika aku tidak pernah mengatakannya langsung kepadamu apa
yang sebenarnya kurasakan selama bertahun-tahun. Maafkan aku karena akulah yang
melepaskanmu pertama kali. Maafkan aku karena aku tidak memiliki nyali yang
cukup kuat untuk mengkhianati langit dan takdir Tuhan.
Dan jika setelah kamu membaca surat ini,
kamu menyesal karena baru mengingat dan menyadarinya, jangan pernah salahkan
istrimu. Bagaimanapun jangan pernah salahkan takdir dan berjalan diluar jalur
yang sudah diberikan oleh Tuhan kepadamu. She’s the best. Percayalah kepadaku.
Klise memang jika aku menutup surat ini
dengan ucapan-ucapan terima kasih kepadamu karena memang jika aku melakukannya,
mungkin butuh berlembar-lembar hanya untuk mengucapkan berbagai macam bentuk
terima kasihku kepadamu. Aku hanya menuliskannya satu kali dan semoga ini
mewakilkan semua rasa terima kasihku kepada kamu.
Lewis Dylan Ferdinand..
Have a wonderful life, surrounded by the
people you love.
Terima kasih karena sudah pernah memenuhi ruang
kosong yang ada di hatiku selama bertahun-tahun hingga saat ini.
Aku cinta kamu.
With Love,
The Half-Wing Angel, Alice.